Apakah Anda Termasuk People Pleaser, Yok Kenali Dampak Dan Cara Mengatasinya

Redaksi - Sabtu, 18 Mar 2023 - 23:18 WIB

Apakah Anda Termasuk People Pleaser, Yok Kenali Dampak Dan Cara Mengatasinya
People Pleaser Apakah Kalian Salah Satunya.-- - Sumber foto: Pixabay.--
Advertisements

LITERASIBERITA.COM - People Pleaser merupakan keadaan seseorang yang selalu berusaha untuk melakukan kebaikan untuk orang lain.

Akan tetapi, mengabaikan kebutuhan pribadinya dirinya di saat melakukan banyak hal baik untuk orang lain.

Hal tersebut akan berdampak buruk kepada diri sendiri.

Perlu untuk disadari bahwa seseorang tidak harus mencari cara untuk membuat orang lain senang atau bahagia.

Serta, tidak perlu merasa cemas dan merasa baik, hanya karena mendapatkan pujian atau rasa terima kasih dari orang lain.

Manusia memang makhluk sosial yang membutuhkan orang lain di setiap kehidupan mereka.

Tak hanya menemani satu sama lain, namun mereka bisa menolong dan membantu seseorang di saat berada dalam kesulitan.

Namun, situasi tersebut bisa disalah artikan lantaran beberapa orang terlalu mementingkan kebahagiaan orang lain, dibandingkan dengan diri sendiri.

Untuk sebagian orang hal ini masih dianggap wajar.

Kondisi ini lama kelamaan justru menyakiti diri sendiri, yang tentunya perilaku tersebut tidak sehat.

Seorang psikolog dari Amerika Serikat, Susan Newman mengatakan, People Pleaser adalah contoh masalah yang kerap terjadi di kalangan orang dewasa, yang selalu merasa tak enak dengan orang lain.

Berikut merupakan ciri-ciri perilaku People Pleaser :

1. Sering meminta maaf, meski tidak salah

Tiada hari berlalu tanpa meminta maaf. Anda bahkan selalu siap untuk disalahkan, meskipun itu sebenarnya adalah kesalahan orang lain. 

Anda berpikir, lebih baik meminta maaf dari pada mendapati orang lain memusuhimu, atau bahkan membencimu.

2. Memerlukan validasi dari orang lain

Anda percaya kalau diri Anda hanya pantas disukai oleh seseorang kalau telah memberikan semua yang Anda miliki kepadanya.

Karena takut akan penolakan, Anda pun berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan pujian dan persetujuan dari orang tersebut.

3. Merasa bersalah setelah melakukan sesuatu

Menjadi People Pleaser artinya berkata "ya" pada setiap kesempatan, atau melakukan segala hal yang diminta orang lain terhadapmu.

Misalnya, Anda tidak ingin pergi ke sebuah acara, tetapi tetap datang. Akhirnya, Anda merasa bersalah karena membuang-buang waktu, padahal bisa mengisinya dengan me-time.

Adapun cara atau tindakan untuk berhenti dari sikap People Pleaser ialah menolak dengan sopan dan beri alasan yang jelas.

Sebelum katakan "tidak mau", mungkin menjadi penting untuk perlu menyadari kondisi diri.

Penting menyadari apa penyebab diri ingin menyenangkan orang lain dan menetapkan batasan dengan mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diinginkan, apa yang disuka dan tidak disuka.

Saat mengatakan tidak mau, perlu diberikan penjelasan tapi jangan berlebihan. Untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain, bisa diawali dengan pujian dan akhiri dengan terima kasih, seperti "Terima kasih sudah mengajak aku, sayangnya aku tidak bisa hadir, tapi lain kali beritahu aku ya."

Kemudian kita juga harus meminta maaf dengan tulus, jangan hanya meminta maaf karena ingin merasa lebih baik. Permintaan maaf yang masuk akal, jika tidak tulus. Alih-alih mengatakan "Maaf", Anda bisa meminta maaf seperti ini:

"Maafkan aku, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi."

"Maaf, aku merasa tidak enak."

"Maaf, aku malu."

Pada akhirnya, Anda harus menemukan validasi dalam diri Anda sendiri

Berhentilah mencari validasi dan penghargaan dari orang lain karena Anda hanya perlu menemukannya di dalam diri Anda sendiri.

Lakukan aktivitas yang membuat Anda merasa senang saat mencapai sesuatu. Bersenang-senang dengan teman-teman Anda tanpa harus melakukan apa pun untuk mereka.

Yang terpenting, nikmati kebahagiaan yang Anda rasakan tanpa rasa bersalah. Ketika Anda merasa bahagia, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain.

People Pleaser berasal dari trauma masa kecil atau pola lama. Jika Anda merasa perlu untuk segera menyelesaikan masalah ini, Anda dapat segera menghubungi psikolog.(*)

Ikuti kami di Google News untuk update informasi dan artikel terbaru: Google News Literasiberita.com
Advertisements
Bagikan:
Editor: Prima Imansyah Permana
Sumber:

REKOMENDASI

Advertisements

ARTIKEL POPULER

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

ARTIKEL TERBARU

Advertisements

ARTIKEL PILIHAN

Advertisements
Advertisements